MARABAHAN – Kabupaten Barito Kuala resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.
Penetapan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Selatan bersama LPTQ Kabupaten Barito Kuala di Aula Mufakat, Rabu (8/4/2026).
Ketua Umum LPTQ Kabupaten Barito Kuala yang juga Sekretaris Daerah, H. Zulkipli Yadi Noor, menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan dinamika global.
“MTQ ini merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan, sejalan dengan motto Barito Kuala, yaitu SATU: Sejahtera, Agamis, Terpadu, dan Unggul,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, terakhir kali Barito Kuala menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi sekitar 16 tahun lalu. Karena itu, pihaknya berharap dukungan, arahan, dan bimbingan dari LPTQ Provinsi Kalimantan Selatan guna memastikan penyelenggaraan berjalan sukses, baik dari sisi pelaksanaan maupun capaian prestasi.
“Kami menargetkan sukses sebagai tuan rumah sekaligus sukses dalam prestasi, sehingga mampu memberikan kesan positif bagi seluruh kafilah dari kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Zulkipli Yadi Noor menerima Surat Keputusan (SK) rekomendasi dari Gubernur Kalimantan Selatan terkait penetapan lokasi pelaksanaan MTQ. SK tersebut diserahkan langsung oleh Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Selatan, H. Fahrurazi.
Selain itu, pihak Kabupaten Barito Kuala juga menyerahkan usulan jadwal pelaksanaan MTQ yang direncanakan berlangsung pada 16 hingga 26 Juni 2026.
Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Selatan, H. Fahrurazi, menegaskan bahwa penyerahan SK merupakan bentuk legitimasi resmi atas penetapan Kabupaten Barito Kuala, khususnya Marabahan, sebagai tuan rumah MTQ XXXVII tingkat provinsi.
Menurutnya, pemilihan lokasi mempertimbangkan aspek strategis, salah satunya kedekatan dengan permukiman masyarakat agar partisipasi publik dapat lebih optimal.
“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana membumikan Al-Qur’an. Diharapkan masyarakat semakin gemar membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga berharap pelaksanaan MTQ ini mampu melahirkan qari dan qariah berprestasi yang dapat bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional. (wke/ali/ab)

Tinggalkan Balasan