BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan kesiapan operasional kawasan Tugu Nol Kilometer Banjarmasin sebagai destinasi wisata terpadu sekaligus ruang publik baru di pusat kota.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel H. Afrizaldi, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel meninjau langsung lokasi tersebut, Minggu (3/5/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan kawasan yang ditargetkan mulai dibuka untuk masyarakat pada tahun ini.

“Kita memantau dan mengontrol kawasan Tugu Nol Kilometer. Untuk naik ke tower nantinya menggunakan karcis. Di kawasan ini terdapat ruangan pertunjukan berbentuk bulat, serta spot yang bisa dimanfaatkan untuk kafe,” ujar Muhidin.

Ia menjelaskan, pengelolaan kawasan akan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Bangun Banua Kalsel. Saat ini, pemerintah provinsi tengah menyusun draft kerja sama sebagai dasar pengoperasian kawasan.

“Bangun Banua akan mengelola kawasan ini. Kita siapkan dulu draft sistem kerja samanya, setelah itu baru kita buka bersama,” katanya.

Menurut Muhidin, kawasan Tugu Nol Kilometer akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti panggung pertunjukan seni budaya dan hiburan, area santai, serta kafe yang dapat dinikmati masyarakat.

Ia menegaskan, akses area bawah akan dibuka gratis bagi masyarakat. Namun, pengunjung yang ingin menikmati pemandangan dari atas menara akan dikenakan tarif masuk.

“Di bawah tidak membayar, tapi kalau naik ke atas tugu ada biaya. Ini bagian dari pengelolaan agar kawasan tetap terawat,” jelasnya.

Peresmian kawasan, lanjut Muhidin, akan dilakukan setelah seluruh konsep pengelolaan dan kesiapan teknis dinyatakan rampung.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel, H. Afrizaldi, menyatakan kesiapan pihaknya menjalankan arahan gubernur untuk mengelola kawasan tersebut.

“Pada prinsipnya kami sudah mendapat arahan untuk menjadi pengelola kawasan Nol Kilometer. Hari ini kami bersama Gubernur dan PUPR meninjau langsung kesiapan lokasi,” ujarnya.

Ia menyebut, pihaknya tengah menyiapkan konsep pengelolaan yang mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi, baik dari sektor pariwisata maupun pemberdayaan UMKM.

“Kawasan ini akan kita dorong menjadi destinasi yang punya nilai jual. Tidak hanya sebagai tempat melihat menara, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” katanya.

Menurutnya, berbagai potensi akan dikembangkan, mulai dari ruang usaha bagi pelaku UMKM, area pertunjukan seni budaya, hiburan, hingga aktivitas kreatif masyarakat.

Meski secara konsep dinilai siap, Afrizaldi mengungkapkan masih ada sejumlah infrastruktur yang memerlukan pemeliharaan, terutama yang menjadi kewenangan Dinas PUPR Kalsel.

“Kita harus berkoordinasi dengan PUPR karena masih ada beberapa infrastruktur yang perlu maintenance. Kesiapan ini yang menentukan kapan kawasan bisa dioperasikan,” jelasnya.

Selain itu, aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung menjadi perhatian utama, terutama pada fasilitas menara dengan ketinggian tertentu.

“Keselamatan pengunjung menjadi prioritas, termasuk pengaturan sirkulasi naik dan turun menara,” ujarnya.

Pengamanan kawasan nantinya juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, seiring potensi tingginya jumlah pengunjung. Selain itu, pengaturan parkir akan menjadi perhatian agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan.

“Termasuk juga pengaturan parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan,” tambahnya.

Pemprov Kalsel optimistis kawasan Tugu Nol Kilometer akan menjadi ikon baru Kota Banjarmasin yang mampu mengintegrasikan wisata, seni budaya, hiburan, serta ekonomi kreatif.

“Kami yakin jika ini dibuka, kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas masyarakat karena dilengkapi berbagai fasilitas hiburan dan pendukung lainnya,” pungkas Afrizaldi. (rls/ali/ab)