TAMIANG LAYANG – Personel Polsek Dusun Timur bersama Polsubsektor melakukan groundcheck terhadap titik panas atau hotspot yang terdeteksi melalui data satelit Terra-Aqua-NOAA20-SNPP di wilayah Desa Kalinapu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito, Rabu (26/8/2026).
Titik panas tersebut terdeteksi dengan tingkat kepercayaan atau confidence level 9. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel kepolisian bersama TNI dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan penanganan.
Groundcheck dimulai sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai. Lokasi titik hotspot berada di Desa Kalinapu RT 02/RW 01, Kecamatan Paju Epat, dengan koordinat pertama pada latitude -2.08677 dan longitude 114.94935, serta titik kedua pada latitude -2.08686 dan longitude 114.94912.
Kapolsek Dusun Timur IPDA Sulkhan Sururi, mengatakan, hasil pengecekan di lapangan ditemukan lahan terbakar dengan luas kurang lebih dua hektare. Dari luasan tersebut, titik hotspot diperkirakan berada pada area sekitar satu hektare.
“Dari hasil groundcheck, kami menemukan lahan yang terbakar kurang lebih dua hektare. Material yang terbakar berupa daun-daun kering dan kumpai kering,” ujar IPDA Sulkhan Sururi.
Ia menjelaskan, kondisi lahan yang terbakar merupakan tanah gambut yang dalam keadaan kering. Selain itu, akses menuju lokasi cukup sulit karena petugas harus menyeberangi sungai.
“Api masih tersisa di beberapa titik saat petugas tiba di lokasi. Namun, api berhasil dipadamkan oleh personel bersama masyarakat sehingga tidak meluas,” jelasnya.
IPDA Sulkhan Sururi menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap lokasi yang telah dilakukan pemadaman guna memastikan tidak kembali muncul api, terutama mengingat kondisi lahan gambut yang kering dan mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, sekecil apa pun, karena kondisi lahan yang kering dapat membuat api dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan kepada aparat maupun petugas terkait.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkas IPDA Sulkhan Sururi (wan/ab)

Tinggalkan Balasan