JAKARTA – Dewan Pers hingga Rabu (2/9/2026) malam belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab dan pelaksana Hari Pers Nasional (HPN) 2027.
Kepastian itu disampaikan sejumlah anggota Dewan Pers setelah menggelar pertemuan dengan delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada Rabu siang. Pertemuan tersebut masih sebatas mendengarkan paparan dan aspirasi PWI terkait kesiapan menjadi pelaksana HPN 2027.
Anggota Dewan Pers Abdul Manan menegaskan, belum ada keputusan final mengenai penyelenggaraan HPN 2027. Dewan Pers selanjutnya akan meminta pandangan seluruh konstituen sebelum menentukan sikap.
Menurut Abdul Manan, HPN semestinya menjadi momentum bersama seluruh komunitas pers dan tidak didominasi satu organisasi wartawan.
“Meski HPN memakai tanggal kelahiran PWI, ini namanya HPN yang seharusnya merupakan hari yang dirayakan semua komunitas pers. Karena itu, pelaksanaannya mestinya dilakukan bersama-sama, tidak dimonopoli atau didominasi oleh satu organisasi wartawan,” ujar Abdul Manan.
Ia menilai, Dewan Pers sebagai lembaga yang menaungi organisasi wartawan dan perusahaan pers lebih tepat menjadi penanggung jawab penyelenggaraan HPN.
Abdul Manan juga menjelaskan bahwa Keputusan Presiden (Keppres) mengenai HPN menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional, tetapi tidak memberikan mandat kepada organisasi tertentu sebagai penanggung jawab maupun pelaksana.
Menurutnya, kondisi tersebut turut memunculkan usulan agar Keppres HPN direvisi, termasuk memperjelas ketentuan mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan HPN.
“Saya setuju dengan ide itu. Revisi bisa dilakukan antara lain dengan mengubah tanggal HPN atau memperjelas ketentuan di dalamnya, misalnya soal lembaga yang menjadi penanggung jawab atau penyelenggara HPN,” katanya.
Abdul Manan menegaskan, setelah pertemuan dengan konstituen selain PWI, Dewan Pers akan mengambil keputusan melalui rapat pleno.
“Putusan dari rapat pleno itulah yang akan menjadi pegangan Dewan Pers, termasuk jika ditanya oleh pemerintah atau organisasi atau perusahaan yang ingin mendukung acara HPN ini,” tegasnya.
Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli juga memastikan belum ada keputusan resmi mengenai lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab panitia HPN 2027.
“Secara resmi Dewan Pers belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang menjadi penanggung jawab panitia HPN,” kata Jazuli.
Hal senada disampaikan anggota Dewan Pers Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. Ia mengatakan pertemuan dengan PWI baru dilakukan untuk mendiskusikan persoalan HPN 2027.
Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto juga menegaskan bahwa pertemuan dengan PWI belum menghasilkan keputusan mengenai lokasi maupun organisasi pelaksana HPN 2027.
“Belum, tadi hanya pertemuan untuk mendengarkan paparan PWI. Habis ini bicara dengan seluruh konstituen,” jelas Totok.
Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika atau Bli Komang turut mengonfirmasi bahwa Dewan Pers dan seluruh konstituen belum kembali menggelar rapat bersama untuk menentukan lokasi dan pelaksana HPN 2027.
“Belum ada rapat lagi. Sebaiknya kawan-kawan PWI bersabar menunggu rapat tersebut,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses penentuan lokasi dan pelaksana HPN 2027 masih terbuka dan belum diputuskan melalui forum bersama seluruh konstituen Dewan Pers.
Di tengah belum adanya keputusan Dewan Pers, Pengurus SMSI Pusat menggelar rapat pleno di kantor pusat SMSI, Jakarta, Rabu malam.
Dalam rapat tersebut, SMSI membahas perkembangan HPN 2027 dan mengusulkan kepada Dewan Pers agar pelaksanaan HPN 2027 digelar di Jakarta.
Sekretaris Jenderal SMSI Makali Kumar mengimbau seluruh elemen SMSI untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu keputusan resmi Dewan Pers.
“Sebagai Sekretaris Jenderal SMSI, saya mengajak seluruh fungsionaris SMSI pusat dan daerah setanah air untuk menghindari penyebaran hoaks dan menahan diri menunggu keputusan Dewan Pers,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika menyatakan dukungan terhadap usulan SMSI tersebut.
“AMSI siap dukung SMSI,” ujarnya.
Dengan demikian, hingga Rabu malam, Dewan Pers belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang menjadi penanggung jawab dan pelaksana HPN 2027.
Dewan Pers selanjutnya akan mempertemukan seluruh konstituen untuk meminta pandangan sebelum mengambil keputusan melalui rapat pleno. Proses tersebut diharapkan menghasilkan keputusan yang mengakomodasi kepentingan seluruh komunitas pers.
Usulan SMSI agar HPN 2027 digelar di Jakarta kini mendapat dukungan dari AMSI. (rls/ali/ab)

Tinggalkan Balasan