JAKARTA – Nama Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, belakangan kembali menjadi perbincangan di berbagai ruang diskusi politik. Di tengah berbagai spekulasi mengenai konfigurasi politik nasional ke depan, Dasco dinilai sebagai salah satu figur yang memiliki pengaruh kuat dalam menjaga stabilitas dan konsolidasi kekuatan politik pemerintahan.

Berbagai tudingan maupun isu yang beredar di ruang digital kerap dikaitkan dengan sosok Dasco. Namun hingga saat ini, berbagai dugaan tersebut belum pernah terbukti melalui proses hukum yang berkekuatan tetap.

Dalam dinamika politik nasional, rumor dan spekulasi sering kali menjadi bagian dari kontestasi kekuasaan. Meski demikian, posisi dan peran seorang tokoh biasanya lebih ditentukan oleh kapasitas, jaringan, serta kemampuan membangun konsolidasi politik.

Di internal Partai Gerindra, Dasco dikenal sebagai salah satu figur sentral yang berperan dalam mengoordinasikan berbagai agenda politik partai. Sebagai Ketua Harian, ia memiliki posisi strategis dalam menjembatani komunikasi antara pimpinan partai dengan struktur organisasi hingga ke daerah.

“Posisi Dasco selama ini menunjukkan kemampuannya dalam mengelola konsolidasi politik dan menjaga soliditas partai di berbagai tingkatan,” tulis Firdaus dalam pandangannya.

Menurut penulis, pengaruh Dasco tidak hanya bertumpu pada jabatan formal yang diembannya, tetapi juga pada jaringan yang dibangun selama bertahun-tahun di berbagai sektor.

Dari aspek politik dan kelembagaan, Dasco pernah bertugas di Komisi III DPR RI dan menjadi bagian dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Pengalaman tersebut dinilai memberinya pemahaman luas mengenai sistem hukum dan tata kelola pemerintahan.

Selain itu, jaringan politik yang dimilikinya disebut menjangkau berbagai kalangan, mulai dari struktur partai, aktivis, hingga kelompok masyarakat sipil. Kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menjaga stabilitas politik.

“Dasco memiliki kemampuan merangkul berbagai kelompok dan membangun komunikasi lintas sektor, sehingga mampu menjadi jembatan dalam berbagai dinamika politik nasional,” ujar Firdaus.

Di parlemen, posisi Dasco sebagai Wakil Ketua DPR RI juga dinilai memberikan ruang strategis dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

Sementara itu, hubungan yang terjalin dengan berbagai kalangan media, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan disebut menjadi bagian dari jejaring yang memperkuat pengaruh politiknya.

Atas dasar tersebut, penulis berpendapat bahwa Dasco memiliki kapasitas yang memadai untuk menduduki posisi strategis di tingkat nasional, termasuk apabila dipercaya mengemban jabatan Menteri Dalam Negeri maupun posisi politik lainnya di masa mendatang.

“Jika melihat pengalaman, jaringan, dan kemampuan konsolidasi yang dimiliki, Dasco merupakan salah satu figur yang layak dipertimbangkan untuk menempati jabatan strategis dalam pemerintahan,” tulis Firdaus.

Meski demikian, keputusan mengenai penempatan jabatan politik tetap menjadi kewenangan Presiden sesuai kebutuhan pemerintahan dan pertimbangan politik yang berkembang. (*/ab)