TAMIANG LAYANG – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang menggelar acara Buka Bersama (Bukber) Akbar yang melibatkan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam suasana penuh kehangatan.
Acara yang diselenggarakan di area Klinik Rutan ini merupakan momen penting untuk mempererat hubungan keluarga dengan WBP sekaligus mendukung proses pembinaan di bulan Ramadhan yang penuh berkah, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan dimulai dengan proses registrasi pengunjung yang dilakukan oleh petugas Rutan. Setiap pengunjung kemudian menjalani pemeriksaan keamanan yang ketat, termasuk penggeledahan badan dan barang bawaan, untuk mencegah masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan Rutan.
Setelah melewati pemeriksaan, para keluarga WBP diberikan tanda pengenal berupa kalung identitas serta cap tangan yang menggunakan UV Light sebagai langkah pengamanan tambahan.
“Dengan adanya dukungan keluarga serta suasana kebersamaan di bulan Ramadhan, kami berharap para WBP semakin termotivasi untuk mengikuti program pembinaan dengan lebih baik dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih positif,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto.
Selanjutnya, keluarga WBP diarahkan menuju lokasi buka bersama yang telah disiapkan oleh panitia.
Keberadaan Kepala Rutan, Agung Novarianto, bersama jajaran pejabat struktural, staf, regu pengamanan, serta CPNS Rutan turut memastikan bahwa seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan kondusif.
Acara ini merupakan bagian dari upaya Rutan Kelas IIB Tamiang Layang dalam melaksanakan pembinaan yang humanis.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan ruang bagi WBP dan keluarga mereka untuk saling mendukung, agar proses pembinaan dapat berjalan dengan lebih efektif dan menghasilkan WBP yang siap kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih baik,” tambah Agung Novarianto.
Dengan adanya kegiatan buka bersama ini, Rutan Kelas IIB Tamiang Layang menunjukkan bahwa meski berada di balik jeruji besi, WBP tetap dapat merasakan kebersamaan dan dukungan dari keluarga, yang merupakan elemen penting dalam proses pemulihan mereka.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta suasana kebersamaan yang mendukung keberhasilan program pembinaan bagi WBP,” demikian Agung Novarianto. (wan/ab)

Tinggalkan Balasan