TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur menyalurkan sebanyak 59 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan Kementerian Pertanian kepada kelompok tani sebagai upaya mempercepat program swasembada jagung nasional tahun 2026 sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.

Penyerahan bantuan dalam rangka mendukung program tanam jagung hasil kolaborasi Kementerian Pertanian bersama Polri tersebut berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, Senin (13/7/2026).

Bantuan yang disalurkan terdiri dari 9 unit traktor roda empat, 10 unit traktor roda dua, 20 unit pompa air, dan 20 unit hand sprayer elektrik yang akan dimanfaatkan oleh kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Barito Timur.

Dalam sambutan Bupati Barito Timur M. Yamin yang dibacakan Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu, ditegaskan bahwa bantuan alsintan merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pencapaian target swasembada jagung nasional.

“Bantuan alsintan ini merupakan dukungan nyata pemerintah untuk meningkatkan kapasitas petani. Kami berharap bantuan ini mampu mendongkrak produktivitas pertanian sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada jagung nasional pada tahun 2026,” ujar Adi.

Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, Polri, penyuluh pertanian hingga kelompok tani.

Menurutnya, kolaborasi tersebut mencakup penyediaan lahan, benih, pupuk, bantuan alsintan, hingga pendampingan teknis agar hasil produksi jagung terus meningkat.

“Sinergi yang telah terbangun harus terus diperkuat. Dengan kerja sama yang baik, kita optimistis target peningkatan produksi jagung di Barito Timur dapat tercapai dan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Program kolaborasi antara Polri dan Kementerian Pertanian juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi jagung, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor pertanian.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, luas tanam dan panen jagung sepanjang tahun 2025 mencapai 92,75 hektare. Pada tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan peningkatan luas tanam menjadi 165 hektare.

Sementara hingga periode Januari-Juni 2026, realisasi luas tanam jagung telah mencapai 97,60 hektare, dengan luas panen sebesar 56,95 hektare.

Adi turut mengapresiasi dukungan Polres Barito Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, para penyuluh pertanian, serta seluruh kelompok tani yang terus berkomitmen menyukseskan program peningkatan produksi jagung.

Ia juga mengingatkan seluruh kelompok tani penerima bantuan agar memanfaatkan alsintan secara maksimal serta merawatnya dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian. Rawat alsintan yang telah diberikan dan terus jaga kekompakan antaranggota kelompok agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” pesannya.

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Barito Timur, Katimker PPL, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Barito Timur, serta para penyuluh pertanian dan perwakilan kelompok tani penerima bantuan. (wan/ab)