TAMIANG LAYANG – Tak ingin api terus meluas, Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji turun langsung ke tengah kepulan asap untuk memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Siong, Kecamatan Paju Epat, Sabtu (12/9/2026). Bersama Kapolsek Dusun Timur IPDA Sulkhan Sururi dan personel gabungan, Kapolres ikut melakukan pemadaman di lokasi.
Langkah cepat tersebut dilakukan setelah sejumlah titik hotspot terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan data satelit Terra-Aqua-NOAA20-SNPP. Groundcheck sekaligus pemadaman berlangsung sejak pukul 13.45 WIB hingga sekitar pukul 19.00 WIB.
Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji melalui Kapolsek Dusun Timur IPDA Sulkhan Sururi mengatakan, personel langsung dikerahkan ke lokasi setelah titik hotspot terdeteksi.
“Personel bersama unsur terkait langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan pemadaman. Kami berupaya agar api tidak meluas ke lahan lainnya,” ujar IPDA Sulkhan Sururi.
Dalam penanganan tersebut, sebanyak 35 personel Polri, delapan personel BPBD, tujuh anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta 10 karyawan PT ISA diterjunkan ke lokasi.
Petugas juga mengerahkan sarana pendukung berupa 10 unit kendaraan roda dua, lima unit kendaraan roda empat, dua unit kendaraan roda enam, serta lima unit alkon untuk mendukung proses pemadaman.
Berdasarkan hasil groundcheck, terdapat empat titik koordinat hotspot di wilayah Desa Siong, yakni -2.08683, 115.00933; -2.08615, 115.00857; -2.07957, 115.00260; dan -2.07845, 115.00246.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Area terdampak meliputi lahan milik warga, lahan desa, perkebunan sawit, serta kawasan semak belukar.
Api membakar lahan dengan kondisi vegetasi berupa dedaunan kering, gambut, semak belukar kering, serta rumpukan pohon. Sumber air untuk proses pemadaman berasal dari aliran sungai di sekitar lokasi.
IPDA Sulkhan Sururi menegaskan, pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan masyarakat dan unsur terkait untuk memastikan api benar-benar padam serta mencegah munculnya kembali titik api.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepatnya,” tegasnya. (wan/ab)

Tinggalkan Balasan