BANJARBARU – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman turun langsung membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali muncul di kawasan Pengayuan, Kota Banjarbaru, Jumat (11/9/2026).

Tak hanya meninjau kondisi di lapangan, Hasnuryadi turut melakukan penyemprotan ke sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap dan api. Aksi tersebut dilakukan bersama tim gabungan yang sejak pagi berjibaku menangani karhutla.

Hasnuryadi mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, drh. Suparmi, terkait kembali munculnya titik api sejak pagi. Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga.

Didampingi drh. Suparmi dan Kabid BPBD Kalsel Diyan Anshari, Hasnuryadi langsung mengecek kondisi lapangan sebelum ikut membantu proses pemadaman.

Dengan menggunakan peralatan pemadaman, Wagub Kalsel menyemprot area yang masih terbakar. Menurutnya, setiap titik api harus segera ditangani untuk mencegah api meluas dan membahayakan masyarakat.

“Sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia, kita harus terus melakukan pemadaman di semua titik api. Begitu juga yang dipesankan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin,” ujar Hasnuryadi.

Ia mengatakan, sebagian area yang terbakar telah berhasil dikendalikan berkat kerja sama seluruh tim di lapangan. Namun, beberapa titik masih kembali memunculkan api sehingga proses pemadaman terus dilakukan.

Hasnuryadi mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla, terutama mereka yang terus bekerja di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah.

“Terima kasih kepada semua tim yang berjibaku melakukan pemadaman hutan dan lahan,” katanya.

Menurutnya, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab pemerintah. Kendati demikian, pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat maupun berbagai elemen untuk terlibat sebagai relawan dalam membantu penanganan bencana tersebut.

“Hal ini memang menjadi tugas kami di pemerintahan, tapi kami tidak menolak jika ada siapa saja yang bisa ikut menjadi relawan dari berbagai elemen masyarakat untuk memberikan bantuan,” ujarnya.

Hasnuryadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalsel berdampak terhadap aktivitas sehari-hari.

“Sebelumnya Wakil Presiden RI menyampaikan permohonan maaf dan kami pun atas nama Pemerintah Kalimantan Selatan juga menyampaikan permohonan maaf apabila ini mengganggu aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Ia meminta masyarakat terus memberikan doa dan dukungan kepada seluruh personel yang masih bekerja menangani karhutla di lapangan.

“Kami mohon doa dan dukungannya. Yakinlah, kita di lapangan berusaha semampu kita untuk menjalankan tugas. Mohon doa dan kerja samanya,” pungkasnya. (adpim/ali/ab)