TAMIANG LAYANG – Sengketa pemutusan hubungan kerja (PHK) antara PT Sawit Graha Manunggal (SGM) dan sejumlah warga di Kabupaten Barito Timur akhirnya mencapai titik damai setelah dimediasi oleh Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (PKS).
Proses mediasi berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Barito Timur dan melibatkan berbagai instansi terkait, Rabu (15/4/2026).
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Nomor 180/106/KESBANGPOL/IV/2026, yang mengatur penyelesaian permasalahan antara pihak perusahaan dengan tiga pekerja, yakni Dikumanis, Ating, dan Portasius Tada.
Sengketa ini sebelumnya mencuat akibat tuntutan kompensasi dari para pekerja yang terkena PHK. Namun, melalui mediasi yang berjalan kondusif, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara musyawarah mufakat tanpa melanjutkan ke jalur hukum.
Dalam hasil kesepakatan, PT SGM menyatakan kesediaannya untuk memberikan kompensasi kepada para pekerja. Besaran kompensasi ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama yang dicapai selama proses mediasi.
Asisten I Sekretariat Daerah Barito Timur, Ari Panan P. Lelu, yang memimpin jalannya mediasi, menegaskan bahwa pendekatan dialog menjadi langkah efektif dalam menyelesaikan konflik ketenagakerjaan.
“Kami mengedepankan dialog dan musyawarah agar semua pihak mendapatkan solusi yang adil dan tidak merugikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran aktif pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga stabilitas hubungan industrial agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Kesepakatan ini diharapkan dapat dipatuhi bersama serta menjadi pembelajaran bagi semua pihak ke depan,” tambah Ari Panan.
Mediasi tersebut turut dihadiri oleh unsur lintas sektor, di antaranya Kepala Kesbangpol, Kepala Disnakertransperin, Kasatpol PP Barito Timur, serta perwakilan dari Polres dan Kejaksaan Negeri Barito Timur.
Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
Dengan tercapainya kesepakatan damai, kedua belah pihak diharapkan dapat kembali menjalin hubungan yang harmonis serta mendukung keberlanjutan aktivitas kerja dan pembangunan di Kabupaten Barito Timur. (wan/ab)

Tinggalkan Balasan