TAMIANG LAYANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur menyiapkan layanan kesehatan pada kegiatan pengukuhan Tim Tanggap Bencana Kabupaten Barito Timur yang dirangkaikan dengan simulasi penanganan bencana, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Barito Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, dr. Jimmi W.S. Hutagalung, M.M.Kes, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dukungan kesehatan secara optimal, baik dari sisi tenaga medis, sarana prasarana, maupun obat obatan.

“Dinas Kesehatan berkomitmen penuh mendukung kesiapsiagaan bencana. Pada kegiatan ini kami menyiagakan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta peralatan medis untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan tepat apabila dibutuhkan,” ujar dr. Jimmi.

Menurutnya, keterlibatan Dinas Kesehatan dalam kegiatan pengukuhan dan simulasi tersebut merupakan bagian penting dari upaya mitigasi dan penanganan bencana, khususnya dalam aspek pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Dalam kegiatan simulasi ini sangat penting untuk melatih koordinasi antarinstansi dan memastikan seluruh petugas memahami peran serta alur penanganan korban bencana, mulai dari evakuasi, pertolongan pertama, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.

dr. Jimmi menambahkan, bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur secara berkelanjutan akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan melalui pelatihan dan pembinaan, guna menghadapi berbagai kemungkinan bencana di daerah.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung setiap kegiatan penanggulangan bencana yang diselenggarakan pemerintah daerah.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan bencana, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan serta memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal,” demikian dr. Jimmi. (wan/ab)