MARABAHAN – Polisi Wanita (Polwan) Polres Barito Kuala (Batola) menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dengan menggelar bakti sosial penanganan stunting di Aula Kantor Desa Antar Baru, Kecamatan Marabahan, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026. Mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” atau “Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polwan dalam mendukung pencegahan dan penanganan stunting.

Bakti sosial tersebut tidak hanya diisi dengan penyerahan bantuan, tetapi juga edukasi mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala melalui Posyandu.

Kegiatan dihadiri Kapolres Batola AKBP Susilawati, S.H., M.H., Wakapolres Batola Kompol Zaenuri, S.H., Pj. Ketua Bhayangkari Cabang Barito Kuala Ny. Dely Zaenuri, jajaran pejabat utama dan Polwan Polres Batola, Camat Marabahan Hj. Dewi Ariani, S.STP., M.AP., Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Selatan Ilham, S.Th.I., Kepala Desa Antar Baru M. Jidan, Pimpinan Wilayah Hasnur Group Muhammad Riduan, pengurus Bhayangkari Cabang Batola, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan Kapolres Batola, Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Selatan, serta perwakilan Hasnur Group. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat penerima.

Kapolres Batola AKBP Susilawati mengatakan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, sehingga tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun tenaga kesehatan.

“Penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran dan kepedulian kita bersama. Melalui kegiatan ini, Polwan Polres Batola ingin hadir memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, sekaligus mengedukasi para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pola asuh yang baik bagi anak,” ujar AKBP Susilawati.

Menurutnya, kegiatan sosial dalam rangka Hari Jadi ke-78 Polwan RI harus memberikan manfaat nyata dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemberian bantuan saja. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran bersama untuk mencegah stunting sejak dini, memantau tumbuh kembang anak secara rutin, dan memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi,” terangnya.

Usai penyerahan bantuan, Polwan Polres Batola bersama para undangan meninjau Posyandu di Desa Antar Baru. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam memantau pertumbuhan serta perkembangan anak.

Dalam kegiatan tersebut, para ibu juga mendapatkan edukasi mengenai pola asuh yang tepat dan pemenuhan gizi seimbang. Pelayanan kesehatan dilakukan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak sebagai bagian dari pemantauan pertumbuhan secara berkala.

Selain itu, Polwan Polres Batola memberikan makanan tambahan berupa telur dan susu serta paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga, khususnya anak-anak yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut menjadi implementasi tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, yang mendorong setiap personel Polwan untuk memberikan kontribusi positif dan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah tugasnya.

Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan RI di Polres Batola juga diisi sejumlah kegiatan sosial dan edukatif lainnya, seperti Polwan Go to School, aksi bersih lingkungan, aksi Polwan peduli masyarakat, serta pemberian bantuan kesehatan.

Kapolres Batola berharap semangat kepedulian tersebut terus berlanjut dan berkembang menjadi gerakan bersama.

“Kami ingin kehadiran Polwan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semoga melalui kegiatan ini terbangun sinergi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas,” demikian AKBP Susilawati. (hms/ali/ab)