TAMIANG LAYANG – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Edison Jaar, Kabupaten Barito Timur, mengalami peningkatan signifikan dalam dua pekan terakhir.
Kenaikan kasus tersebut terjadi bersamaan dengan kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Tata Usaha UPTD Puskesmas Edison Jaar, Arydeni, didampingi dr. Onyx Yulian Putra, mengatakan peningkatan kasus ISPA mencapai sekitar 50 persen jika dibandingkan dengan kondisi satu hingga dua pekan sebelumnya.
Hal itu disampaikannya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (28/8/2026).
“Terjadi peningkatan kasus, terutama ISPA. Peningkatan ini sangat signifikan dalam dua minggu terakhir, seiring masa-masa kabut asap yang melanda wilayah ini,” ujar Arydeni.
Menurutnya, pada Jumat (28/8/2026) pihak Puskesmas Edison Jaar sedikitnya menangani lima kasus baru ISPA.
“Kalau dibandingkan satu atau dua minggu yang lalu, kelihatan sangat signifikan. Kenaikannya sekitar 50 persen. Kasus ini berbarengan dengan situasi kabut asap saat ini,” tuturnya.
Arydeni menyebutkan, keluhan gangguan pernapasan tersebut dialami berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi ini menjadi perhatian tenaga kesehatan karena paparan asap dapat memperburuk gangguan pada saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan.
Menyikapi kondisi tersebut, Puskesmas Edison Jaar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengurangi paparan asap.
Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih berlangsung. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia).
“Untuk aktivitas di luar rumah, jika memungkinkan sebaiknya dibatasi, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Apabila harus beraktivitas di luar, diwajibkan menggunakan masker medis yang memiliki lapisan pelindung,” jelas Arydeni.
Selain menggunakan masker, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan dan vitamin, serta memastikan waktu istirahat yang cukup.
Bagi warga yang mulai mengalami keluhan seperti batuk atau sakit tenggorokan, Arydeni mengingatkan pentingnya menerapkan etika batuk dan menjaga kebersihan untuk mengurangi risiko penularan penyakit di lingkungan keluarga.
“Bagi warga yang mulai mengeluhkan batuk atau sakit tenggorokan, diimbau untuk menerapkan etika batuk yang benar agar tidak menularkan ke anggota keluarga lain,” ucapnya.
Mengantisipasi meningkatnya gangguan pernapasan akibat kabut asap, Puskesmas Edison Jaar memastikan kesiapan sarana dan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Arydeni mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tabung oksigen, alat nebulizer atau terapi penguapan, serta tenaga medis yang siap menangani pasien.
“Untuk di Puskesmas Edison Jaar, kami sudah menyediakan tabung oksigen, alat nebulizer atau penguapan, serta tenaga medis profesional yang siap melayani. Apabila ada pasien dengan kondisi sesak parah, kami juga siap memfasilitasi rujukan ke rumah sakit,” terangnya.
Ia menambahkan, pelayanan di UPTD Puskesmas Edison Jaar saat ini masih berjalan sesuai jam pelayanan resmi. Pihaknya juga masih menunggu instruksi teknis dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur terkait kemungkinan pembentukan posko siaga khusus menghadapi kondisi bencana asap.
“Kami berharap adanya pembentukan tim gabungan atau posko siaga khusus di seluruh puskesmas se-Barito Timur agar masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan darurat kapan saja selama musim kabut asap berlangsung,” demikian Arydeni. (wan/ab)

Tinggalkan Balasan