TAMIANG LAYANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Barito Timur hingga 16 Agustus 2026 telah mencapai sekitar 54 persen. Capaian tersebut dinilai cukup positif dan menjadi modal bagi Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk terus mengoptimalkan penerimaan hingga akhir tahun.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Barito Timur, Suma Wara Maharati, S.E., M.Si., melalui Kepala Bidang Retribusi dan Pendapatan Lainnya, Warto, S.E., kepada wartawan, Rabu (19/8/2026), di ruang kerjanya.

Warto mengatakan, realisasi PAD tersebut berasal dari sejumlah sektor utama yang menunjukkan capaian berbeda-beda. Pajak Daerah telah mencapai 96 persen, Retribusi Daerah sebesar 67 persen, Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar 48 persen, sedangkan Lain-lain PAD yang Sah mencapai 37 persen.

“Secara keseluruhan, sampai dengan 16 Agustus 2026, realisasi PAD Barito Timur sudah mencapai sekitar 54 persen. Capaian ini cukup memuaskan dan kami optimistis sampai akhir tahun bisa mencapai 90 persen lebih,” ujar Warto.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi pendapatan daerah masih cukup besar untuk terus dioptimalkan. Terlebih, masih terdapat waktu hingga penghujung tahun untuk meningkatkan penerimaan dari berbagai sektor.

“Kami optimistis sampai dengan akhir tahun realisasi PAD bisa mencapai 90 persen lebih. Capaian saat ini cukup memuaskan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Bapenda Barito Timur akan terus melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah, terutama melalui peningkatan penerimaan pajak, retribusi, maupun sumber-sumber PAD lainnya.

“Bapenda akan terus melakukan optimalisasi terhadap potensi pendapatan yang ada, termasuk melalui peningkatan penerimaan retribusi dan sumber-sumber PAD lainnya,” jelasnya.

Warto menegaskan, pihaknya akan berupaya maksimal agar target PAD yang telah ditetapkan dapat tercapai. Optimalisasi dilakukan dengan menggali potensi pendapatan yang masih dapat ditingkatkan serta mendorong kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kewajibannya.

“Kami akan terus berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang ada agar target PAD dapat tercapai secara maksimal,” tegasnya.

Ia juga berharap dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha, dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, kepatuhan dalam membayar pajak dan retribusi daerah memiliki peran penting dalam memperkuat kemampuan fiskal pemerintah daerah.

“Harapan kami tentu capaian ini terus meningkat dan bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan Kabupaten Barito Timur,” demikian Warto.

Dengan meningkatnya PAD, pemerintah daerah diharapkan memiliki kapasitas fiskal yang semakin kuat untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (wan/ab)