TAMIANG LAYANG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat sekitar dan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, yang bertujuan memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan peran aktif Pemasyarakatan di tengah masyarakat.
Penyaluran bantuan melibatkan Kepala Pelayanan Tahanan, Kepala Subseksi Pengelolaan, pegawai Jabatan Fungsional Umum (JFU), Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), staf Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, serta masyarakat dan keluarga WBP sebagai penerima manfaat.
Sebelum penyaluran dilakukan, seluruh petugas terlebih dahulu melaksanakan persiapan di Aula Rutan Kelas IIB Tamiang Layang. Selanjutnya, paket bantuan berupa sembako disalurkan secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah penerima manfaat guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.
Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Pemasyarakatan terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan.
“Melalui kegiatan bantuan sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan keluarga WBP yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan baik antara Rutan dengan masyarakat,” ujarnya.
Agung menambahkan, semangat kepedulian dan kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
“Kami berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial ini terus tumbuh, sehingga Pemasyarakatan semakin dipercaya sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Pelaksanaan penyaluran bantuan tetap mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP).
“Sinergi yang terjalin antara jajaran petugas dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan berjalan efektif serta bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” demikian Agung Novarianto. (wan/ab)

Tinggalkan Balasan