TAMIANG LAYANG – Kabupaten Barito Timur mencatat empat kasus rabies positif dari total tujuh laporan gigitan hewan sepanjang tahun 2025. Sementara itu, tiga kasus lainnya dinyatakan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Barito Timur, Ratna Widyasari, menjelaskan bahwa kasus rabies positif pertama dilaporkan pada 10 April 2025. Korban merupakan warga Desa Haringen yang mengalami gigitan hewan dan setelah dilakukan pemeriksaan dinyatakan positif rabies.

Kasus positif kedua terjadi pada 18 April 2025 dan melibatkan seekor anjing liar di kawasan Perumahan Mekar Indah. Meski hasil laboratorium menunjukkan positif rabies, dalam kejadian tersebut tidak ditemukan korban gigitan manusia.

“Kasus positif ketiga dilaporkan pada 12 Oktober 2025 dengan korban warga Desa Didi, dan kasus positif keempat terjadi pada 21 Oktober 2025 dengan korban warga Tamiang Layang,” ujar Ratna Widyasari kepada wartawan melalui sambungan WhatsApp, Kamis (8/1/2026).

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit rabies, terutama menjelang tahun 2026. Ratna mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam upaya pencegahan secara maksimal.

“Pada tahun 2026 kami hanya mampu menyediakan sekitar 1.000 dosis vaksin rabies dan belum bisa melaksanakan vaksinasi keliling dari rumah ke rumah,” jelasnya.

Meski demikian, Ratna mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan rabies dengan membawa hewan peliharaan mereka ke fasilitas pelayanan kesehatan hewan.

“Kami mengimbau masyarakat agar secara mandiri membawa hewan peliharaannya untuk divaksin,” tegasnya.

Ia menambahkan, layanan vaksinasi rabies saat ini tersedia di UPTD Puskeswan Tamiang Layang dan UPTD Puskeswan Ampah. Selain itu, pemilik hewan peliharaan yang mendatangkan hewan dari luar daerah Barito Timur diminta segera melakukan vaksinasi guna mencegah masuk dan menyebarnya virus rabies.

“Upaya pencegahan rabies hanya dapat berhasil jika ada peran aktif dan kesadaran dari masyarakat,” demikian Ratna Widyasari. (wan/ab)