TAMIANG LAYANG – Suasana khidmat dan penuh ketenangan hadir saat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang menggelar Ibadah Komuni dan Ibadah Minggu bersama bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Nasrani, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pemenuhan hak beribadah sekaligus pembinaan kerohanian bagi WBP.
Bertempat di Gereja Imanuel Rutan Tamiang Layang, kegiatan diawali dengan Ibadah Komuni Kudus khusus bagi WBP beragama Katolik. Ibadah ini didampingi langsung oleh pimpinan ibadah dari Gereja Paroki Santo Mikael Tamiang Layang dan dilaksanakan sesuai dengan Tata Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa V.
Komuni Kudus memiliki makna mendalam bagi umat Katolik sebagai perayaan iman akan kehadiran Yesus Kristus melalui roti dan anggur yang melambangkan tubuh dan darah-Nya.
Melalui Komuni, umat diajak untuk memperbarui iman, mempererat persatuan dengan Kristus, serta meneguhkan semangat pertobatan, pengampunan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari, termasuk selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan.
Usai ibadah Komuni, kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Minggu bersama bagi WBP Kristen Protestan. Ibadah ini didampingi oleh Penyuluh Keagamaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur. Dalam ibadah tersebut, tema yang diangkat adalah “Hidup Memberi Dampak” yang bersumber dari Alkitab Matius 5:13–16.
Melalui tema tersebut, WBP diajak untuk merefleksikan panggilan hidup sebagai “garam dan terang dunia”, yakni hidup yang membawa pengaruh positif, menjadi teladan dalam sikap dan perbuatan, serta tetap menebarkan nilai-nilai kebaikan, kasih, dan pengharapan di mana pun berada.
Diharapkan, melalui kegiatan keagamaan yang rutin dan berkesinambungan, para warga binaan dapat semakin dikuatkan secara spiritual dan memiliki bekal moral yang baik untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna ke depannya. (wan/ab)

Tinggalkan Balasan