MARABAHAN – Sebanyak 133 unit rumah warga di lima kabupaten di Kalimantan Selatan mendapat bantuan rehabilitasi rumah bagi korban bencana tahun 2026. Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memiliki hunian yang lebih layak sekaligus meringankan beban warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Sosialisasi program rehabilitasi rumah tersebut berlangsung di halaman rumah Kepala Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kamis (22/10/2026).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, ST., MA., melalui PPTK sekaligus Kepala Bagian Perumahan, Mariyati, ST., mengatakan bantuan tahun ini menyasar 133 unit rumah yang tersebar di Kabupaten Barito Kuala, Banjar, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.
“Untuk tahun 2026, ada 133 unit rumah yang mendapatkan bantuan rehabilitasi. Bantuan ini tersebar di lima kabupaten di Kalimantan Selatan,” kata Mariyati.
Ia menjelaskan, setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk pembelian bahan rehabilitasi rumah sebesar Rp17,5 juta, sedangkan Rp2,5 juta diperuntukkan bagi upah tukang.
“Bantuan masing-masing rumah sebesar Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk bahan rehabilitasi dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Kami berharap bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan perbaikan rumah,” ujarnya.
Khusus di Kabupaten Barito Kuala, bantuan tersebut tersebar di sejumlah desa. Desa Belandean, Kecamatan Alalak, menerima alokasi untuk sembilan unit rumah.
Kemudian Desa Sepakat Bersama, Kecamatan Anjir Muara, sebanyak tiga unit; Desa Tabing Rimbah sebanyak tiga unit; serta Desa Terantang dan Desa Pantai Hambawang, Kecamatan Mandastana, masing-masing mendapatkan dua unit rumah.
Kepala Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Elly Rahmah, menyambut positif bantuan rehabilitasi tersebut. Menurutnya, program dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat membantu warga, terutama mereka yang masih tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.
“Kami sangat bersyukur karena Desa Belandean mendapatkan bantuan untuk sembilan unit rumah tidak layak huni. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujar Elly.
Ia berharap program rehabilitasi rumah tersebut tidak berhenti pada tahun ini, tetapi terus dilanjutkan dengan cakupan penerima yang lebih luas pada tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan tahun depan jumlah bantuan bisa lebih banyak lagi, karena masih banyak rumah warga di desa kami yang kondisinya tidak layak huni dan membutuhkan bantuan pemerintah,” harapnya.
Elly menilai, perbaikan rumah tidak hanya menyangkut kondisi fisik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Karena itu, ia berharap perhatian pemerintah terhadap kebutuhan perumahan masyarakat, khususnya warga terdampak bencana dan masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni, dapat terus ditingkatkan.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Barito Kuala,” pungkasnya. (ali/ab)

Tinggalkan Balasan