MARABAHAN – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus diwujudkan jajaran Polri melalui langkah nyata di tengah masyarakat. Kali ini, Polsek Tamban, Polres Barito Kuala (Batola), melaksanakan panen jagung pipil di lahan pertanian masyarakat binaan Polri seluas 0,5 hektare di Desa Purwosari I, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (29/10/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 16.00 Wita tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan tahun 2026, sekaligus mendorong optimalisasi lahan produktif masyarakat guna meningkatkan hasil pertanian daerah.

Panen jagung tersebut dihadiri Wakapolres Barito Kuala Kompol Yuda Kumoro Pardede, S.H., M.H., bersama sejumlah pejabat utama Polres Batola, di antaranya Kabag Ops AKP Abdul Hadi, S.H., Kabag SDM AKP Zulkifli, Kabag Log AKP Pesta Napitupulu, Kasiwas AKP Imam, Kasi Humas Iptu Mego Budi Susanto, S.H., Kasat Binmas AKP Marum, Kasi Propam Iptu Very Wahyudi, S.H., serta KBO Satpolairud Iptu Ambar.

Turut hadir Kapolsek Mekarsari Iptu Yudi Dwi Rejeki, Kapolsek Tamban Ipda Rifai Sutanto, S.H., perwakilan Danramil Tamban Serka Mudori, Camat Tamban Hidayatullah, S.AP., General Manager PT Tiga Daun Apri, perwakilan Humas PT Tiga Daun Fauzi, Kepala Desa Purwosari I, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Tamban, serta personel Polsek Tamban.

Lahan yang dipanen merupakan milik warga bernama Sabroni, berlokasi di RT 6/RW 06, Desa Purwosari I. Lahan seluas setengah hektare tersebut merupakan lahan milik masyarakat yang mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Polri untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Berdasarkan data hasil panen, produktivitas jagung tercatat mencapai 2 ton per hektare dalam kondisi masih bertongkol dan sekitar 1 ton per hektare setelah dipipil. Sementara itu, laporan hasil panen pada lahan seluas 0,5 hektare mencantumkan hasil sebanyak 2 ton jagung pipil.

Hasil panen tersebut selanjutnya direncanakan dipasarkan melalui Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Selatan dengan melibatkan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan panen ini tidak sekadar menjadi momentum pemanfaatan hasil pertanian, tetapi juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Polri melalui jajaran kewilayahan terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. Pendampingan terhadap petani diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan komoditas pangan.

Dalam konteks tersebut, dukungan terhadap petani menjadi bagian penting dari kontribusi Polri dalam pembangunan nasional.

“Ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melalui pembinaan dan pendampingan, Polri berupaya mendorong masyarakat agar semakin produktif dalam memanfaatkan lahan pertanian yang dimiliki,” demikian pesan yang tercermin dari kegiatan tersebut.

Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pihak swasta, penyuluh pertanian, dan masyarakat juga diharapkan terus diperkuat agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada saat panen saja. Pembinaan dan pendampingan kepada petani perlu terus dilakukan sehingga produktivitas pertanian meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” lanjut pesan tersebut.

Melalui program pembinaan lahan masyarakat, Polsek Tamban diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mendorong pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung yang memiliki potensi mendukung pasokan pangan daerah.

Polres Barito Kuala menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga berupaya mengambil bagian dalam mendukung program pembangunan nasional, termasuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan tahun 2026. (ali/ab)