TAMIANG LAYANG – Kapolsubsektor Paku bersama personel Polsek Dusun Tengah, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat melaksanakan pengecekan lapangan (groundcheck) terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui data satelit NASA-NSSP di Desa Kalamus, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB itu dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres Barito Timur.
Groundcheck dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Paku dengan menyasar titik koordinat pada posisi Latitude -1,90795 dan Longitude 115,22321. Lokasi tersebut berjarak sekitar 20 kilometer dari Polsubsektor Paku dengan waktu tempuh sekitar 30 menit melalui jalur darat, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit.
Sebanyak empat personel kepolisian bersama empat warga diterjunkan ke lokasi menggunakan satu unit kendaraan roda dua dan tiga unit kendaraan roda empat guna memastikan kondisi titik panas yang terdeteksi oleh satelit.
Setibanya di lokasi, tim gabungan mendapati api telah padam. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan memadamkan sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah api kembali menyala.
Selain itu, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran di wilayah setempat.
Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, menegaskan bahwa respons cepat terhadap setiap titik panas menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya kebakaran berskala besar, terutama pada musim kemarau.
“Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera melakukan pengecekan terhadap setiap hotspot yang terdeteksi. Selain melakukan penanganan di lapangan, kami juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar demi mencegah terjadinya karhutla,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan upaya pencegahan karhutla sangat bergantung pada sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Dengan kerja sama yang baik, potensi karhutla dapat diminimalkan,” tambahnya.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Meskipun api berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan kepulan asap di beberapa titik sehingga pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. (hms/wan/ab)

Tinggalkan Balasan