BANJARMASIN – Sinergi antara TNI dan pemerintah desa diperkuat untuk mendorong percepatan pembangunan serta memperkokoh ketahanan wilayah dari tingkat paling bawah.
Hal itu mengemuka dalam audiensi Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si., bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Provinsi Kalimantan Selatan.
Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Korem 101/Antasari, Banjarmasin, Senin (2/11/2026). Audiensi menjadi momentum untuk menyatukan visi sekaligus memperkuat kolaborasi antara aparat kewilayahan TNI dan pemerintahan desa dalam mendukung berbagai program pembangunan di Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Ilham Yunus menyambut baik kedatangan jajaran DPD APDESI Kalsel. Ia menegaskan, TNI Angkatan Darat memiliki komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat serta mengambil bagian dalam mendukung pembangunan, khususnya di tingkat desa.
Menurutnya, desa memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ketahanan nasional.
“Desa memiliki posisi yang sangat strategis sebagai fondasi utama ketahanan nasional. Karena itu, sinergi antara aparat kewilayahan TNI dengan pemerintah desa menjadi hal yang sangat penting dalam mendorong kemajuan daerah,” tegas Ilham Yunus.
Ia mengatakan, kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban wilayah, tetapi juga dapat diarahkan pada berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Korem 101/Antasari, lanjutnya, siap mendukung berbagai program pemerintah desa melalui pembinaan teritorial, penguatan ketahanan pangan, keamanan wilayah, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun desa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. TNI siap bersinergi dengan pemerintah desa sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki,” ujarnya.
Danrem menambahkan, keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
Sementara itu, jajaran DPD APDESI Kalsel menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Korem 101/Antasari terhadap pemerintahan desa.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum audiensi, tetapi semakin kuat dalam pelaksanaan program di lapangan, terutama melalui kerja sama antara kepala desa dengan Babinsa.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan desa yang lebih maju, aman, mandiri, dan sejahtera.
Salah satu yang menyampaikan harapan tersebut yakni Kepala Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Elly Rahmah. Ia menilai komunikasi dan koordinasi dengan aparat kewilayahan sangat penting untuk mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas di desa.
“Komunikasi dan kolaborasi dengan aparat kewilayahan sangat krusial. Dengan komunikasi yang baik, berbagai program prioritas desa bisa lebih mudah dikoordinasikan dan lingkungan desa juga semakin kondusif,” terang Elly.
Namun, Elly juga berharap dukungan TNI dapat diarahkan pada kebutuhan pembangunan infrastruktur yang selama ini masih menjadi persoalan masyarakat Desa Belandean.
Ia secara khusus meminta agar Desa Belandean dapat menjadi salah satu lokasi sasaran program TNI pada 2027 mendatang, baik melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) maupun Karya Bhakti Kodim.
“Kami berharap pada 2027 mendatang Desa Belandean bisa mendapat dukungan program TMMD maupun Karya Bhakti Kodim. Infrastruktur, khususnya akses jalan menuju kawasan pertanian, masih sangat tertinggal dan kondisi ini benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Elly, peningkatan akses jalan menuju kawasan pertanian menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan perekonomian warga.
Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian Korem 101/Antasari dan jajaran Kodim sehingga pembangunan infrastruktur desa dapat dipercepat.
“Kami berharap program TNI bisa masuk dan membantu menunjang kemajuan Desa Belandean. Kalau akses menuju pertanian semakin baik, tentu akan sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas dan meningkatkan perekonomian,” pungkasnya.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara TNI dan pemerintah desa, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret untuk menjawab kebutuhan pembangunan masyarakat di tingkat desa. (ali/ab)

Tinggalkan Balasan