TAMIANG LAYANG – Polsek Dusun Timur, Polres Barito Timur, Polda Kalimantan Tengah kembali melaksanakan Program Peduli Kapatean sebagai wujud kepedulian dan empati kepada masyarakat yang tengah mengalami musibah kedukaan.
Program yang telah berulang kali dijalankan ini menjadi bukti komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan.
Kali ini, Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, bersama personel Polsek Dusun Timur menghadiri rumah duka salah seorang warga di Kelurahan Dusun Timur, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Senin (6/7/2026), guna menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum.
Kehadiran Kapolsek beserta jajaran tidak sekadar menjadi kunjungan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata empati Polri kepada masyarakat. Selain menyampaikan doa dan ucapan belasungkawa, Polsek Dusun Timur juga memberikan dukungan moril serta bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Program Peduli Kapatean merupakan inovasi yang digagas Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, sebagai upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan kehadiran Polri dalam setiap fase kehidupan masyarakat, termasuk saat menghadapi musibah kedukaan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga bukan yang pertama. Program Peduli Kapatean telah kembali dilaksanakan untuk kesekian kalinya sebagai bentuk komitmen berkelanjutan Polsek Dusun Timur dalam memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
Istilah “Kapatean” berasal dari bahasa Dayak Maanyan yang berarti “kematian”. Penggunaan istilah tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap kearifan budaya lokal sekaligus mencerminkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial dalam mendampingi warga yang sedang berduka.
Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, mengatakan Program Peduli Kapatean merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui pelayanan kemanusiaan.
“Setiap kali menerima informasi adanya warga yang berduka, kami akan segera mendatangi rumah duka sebagai bentuk empati dan kepedulian Polri. Kehadiran kami diharapkan dapat memberikan penguatan moril kepada keluarga yang ditinggalkan agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah,” ujarnya.
Ia menambahkan, terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum maupun kegiatan patroli, tetapi juga dengan menjalin hubungan yang harmonis, penuh empati, dan saling peduli antara Polri dan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri selalu hadir, bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga pada saat masyarakat membutuhkan perhatian, dukungan, dan penguatan di tengah musibah yang dialami,” tambahnya.
Melalui Program Peduli Kapatean yang kembali dilaksanakan secara berkelanjutan, Polsek Dusun Timur berharap hubungan emosional dengan masyarakat semakin erat serta mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi yang humanis, profesional, dan selalu hadir memberikan pelayanan terbaik.
Program ini menjadi bukti bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang menghadirkan rasa nyaman, harapan, dan kekuatan bagi warga yang sedang menghadapi masa-masa sulit. (wan/ab)

Tinggalkan Balasan