TAMIANG LAYANG – Di momentum Hari Ikan Nasional 2025, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Abianhin, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem ikan dan perairan yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak warga di daerah tersebut.

Seruan ini disampaikan Abianhin ketika ditemui awak media ini, di ruang kerjanya, Jumat (28/11/2025).

Pada kesempatan itu, Abianhin menegaskan bahwa kelestarian sumber daya ikan tidak dapat dipisahkan dari cara masyarakat memperlakukan lingkungan perairan.

Ia menambahkan, bahwa praktik-praktik penangkapan ikan menggunakan metode ilegal seperti setrum, racun, maupun bahan berbahaya lainnya sangat berdampak pada keberlanjutan ekosistem perairan.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga memberikan dampak ekologis serius terhadap keberlanjutan populasi ikan.

“Ekosistem perairan harus kita jaga bersama. Penangkapan ikan harus dilakukan secara bertanggung jawab. Jika lingkungan rusak dan populasi ikan menurun, maka yang akan terkena dampaknya adalah kita sendiri, baik dari sisi ekonomi maupun ketahanan pangan,” jelas Abianhin.

Ia menyampaikan, bahwa penangkapan ikan yang dilakukan secara legal dan sesuai aturan dapat menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Dengan demikian, reproduksi ikan dapat berlangsung alami, stok ikan tetap stabil, dan ketersediaannya dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

Lebih jauh, Abianhin menekankan bahwa kelestarian perikanan berperan penting dalam mendukung berbagai program pemerintah yang sedang berjalan, termasuk program ketahanan pangan daerah dan program makan bergizi gratis untuk masyarakat.

Menurutnya, sektor perikanan lokal yang kuat dan berkelanjutan akan memberikan kontribusi nyata terhadap stabilitas pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia juga mengajak para pelaku usaha perikanan, kelompok nelayan, dan komunitas pemerhati lingkungan untuk meningkatkan kolaborasi dalam menjaga kebersihan sungai, memantau habitat ikan, serta melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif illegal fishing.

Ia menilai, bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

“Kami berharap upaya ini menjadi gerakan bersama. Bila ekosistem ikan terjaga, maka sektor perikanan di Barito Timur dapat tumbuh lebih cepat dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Abianhin optimistis, bahwa dengan peningkatan kesadaran masyarakat dan komitmen semua pihak, Kabupaten Barito Timur dapat menjadi contoh daerah yang mampu mengelola sumber daya perikanan secara bijak dan berkelanjutan, sekaligus mendukung penuh program-program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup dan ketahanan pangan daerah. (wan/ab)