TAMIANG LAYANG – Jajaran Polres Barito Timur bersama personel Polsek setempat bergerak cepat melakukan pengecekan lapangan (groundcheck) setelah terdeteksinya titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan sembilan berdasarkan data satelit Terra-Aqua, NOAA20, dan SNPP di wilayah Desa Tampu Langit, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek bersama personel Polres Barito Timur dan anggota Polsek jajaran. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan penanganan awal terhadap titik panas yang terpantau melalui citra satelit.
Pengecekan dilakukan di wilayah RT 03 dan RT 04 RW 01 Desa Tampu Langit pada tiga titik koordinat, yakni Latitude -2.10204, Longitude 114.96924; Latitude -2.10188, Longitude 114.96644; serta Latitude -2.102255, Longitude 114.97073.
Sebanyak tujuh personel kepolisian bersama tiga warga setempat diterjunkan ke lokasi dengan membawa satu unit alat penyemprot (sprayer) guna mendukung upaya penanganan di lapangan.
Berdasarkan hasil pengecekan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare. Setiap titik panas memiliki luasan kurang lebih satu hektare dengan kondisi lahan yang didominasi daun kering dan tumbuhan kumpai yang telah mengering di atas lahan gambut.
Petugas juga menghadapi kendala berupa medan yang cukup sulit. Untuk mencapai lokasi, personel harus menyeberangi sungai menuju kawasan pedalaman Desa Tampu Langit.
Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai kemunculan titik panas guna mencegah api meluas ke wilayah lain.
“Kami bersama personel Polres dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal terhadap titik panas yang terdeteksi satelit. Mengingat saat ini memasuki puncak musim kemarau, kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran di lingkungan sekitar.
Hingga kegiatan groundcheck berakhir, personel gabungan masih terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan situasi tetap terkendali serta mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Barito Timur. (hms/wan/ab)

Tinggalkan Balasan