TAMIANG LAYANG – Polsek Dusun Timur bersama manajemen PT Indopenta Sejahtera Abadi II (PT ISA II) melaksanakan panen jagung dengan sistem tumpang sari di lahan perkebunan perusahaan di Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (11/2/2026).

Panen dilakukan di atas lahan seluas 1,8 hektare dengan produktivitas mencapai 7,6 ton per hektare dalam bentuk jagung tongkol (belum dipipil).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Dusun Timur IPDA Sulkhan Sururi, S.E., General Manager PT ISA II Zaki, Kepala Asisten Kebun, personel Polsek Dusun Timur, serta staf dan karyawan lapangan PT ISA II.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, melalui Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan pihak perusahaan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Pemanfaatan lahan melalui sistem tumpang sari ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan perkebunan sekaligus mendorong diversifikasi komoditas pertanian. Dengan demikian, lahan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

IPDA Sulkhan menambahkan, kolaborasi antara kepolisian dan sektor swasta diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan yang tersedia.

“Kami mendorong agar program seperti ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain. Selain mendukung program pemerintah, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.

Menurutnya, penerapan sistem tumpang sari menjadi solusi strategis dalam memanfaatkan lahan perkebunan, khususnya pada masa peremajaan kelapa sawit atau saat tanaman belum menghasilkan secara maksimal.

“Dengan pengelolaan yang tepat, lahan tidak hanya produktif untuk satu komoditas, tetapi bisa memberikan hasil tambahan tanpa mengganggu tanaman utama,” tambahnya.

Sistem tumpang sari diterapkan dengan menanam jagung di sela tanaman kelapa sawit, terutama pada masa peremajaan atau saat tanaman belum menghasilkan secara optimal. Pola ini dinilai efektif untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tanpa mengganggu tanaman utama.

Selain meningkatkan produktivitas lahan, program tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar. Pemanfaatan lahan secara efisien dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan nasional, sejalan dengan program prioritas pemerintah.

“Panen jagung ini diharapkan dapat menjadi percontohan praktik pertanian terpadu di wilayah perkebunan kelapa sawit, dengan mengedepankan efisiensi lahan, peningkatan produksi, serta tetap memperhatikan aspek konservasi lingkungan,” tutup IPDA Sulkhan Sururi. (wan/ab)