TAMIANG LAYANG – Dalam rangka mematangkan pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Rutan Kelas IIB Tamiang Layang menggelar rapat persiapan, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di klinik rutan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh proses sidang berjalan terarah, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rapat dipimpin oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Junaidi, bersama Pelaksana Harian Kepala Kesatuan Pengamanan, Dhimas Calandra Anggita. Turut hadir para Wali Pemasyarakatan (Walipas) yang memiliki peran penting dalam pendampingan dan pengawasan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Dalam forum tersebut, para peserta membahas secara komprehensif berbagai usulan program pembinaan maupun integrasi bagi WBP. Setiap usulan dikaji dengan mempertimbangkan latar belakang perkara, pasal yang dikenakan, serta masa pidana yang telah dan sedang dijalani.

Junaidi menegaskan, bahwa proses pembahasan dilakukan secara cermat dan profesional.

“Rapat persiapan ini menjadi fondasi penting agar Sidang TPP dapat berjalan dengan tertib dan menghasilkan rekomendasi yang tepat. Setiap usulan harus melalui kajian objektif dan berdasarkan data yang akurat,” ujar Junaidi.

Senada dengan itu, Dhimas Calandra Anggita menekankan pentingnya sinergi seluruh jajaran dalam proses tersebut.

“Kami memastikan setiap rekomendasi yang diajukan benar-benar mencerminkan prinsip keadilan, akuntabilitas, serta pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan,” tegasnya.

Peran Walipas dinilai krusial dalam memberikan gambaran menyeluruh terkait perkembangan sikap, kedisiplinan, dan partisipasi WBP selama menjalani masa pembinaan. Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan utama dalam menentukan kelayakan program lanjutan maupun integrasi.

Melalui rapat persiapan ini, pelaksanaan Sidang TPP diharapkan dapat berlangsung lebih optimal dan menghasilkan keputusan yang tepat sasaran.

“Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Rutan Kelas IIB Tamiang Layang dalam menghadirkan program pembinaan yang terukur, terarah, serta selaras dengan kebutuhan masing-masing warga binaan,” demikian Dhimas Calandra Anggita. (wan/ab)