BANJARMASIN – Keberadaan sejumlah tiang listrik yang berdiri di tengah badan jalan serta kondisi tiang yang mulai keropos menjadi perhatian Pemerintah Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Kepala Desa Belandean, Elly Rahmah, meminta PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin segera melakukan peninjauan, penataan, hingga peremajaan sejumlah tiang listrik yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Menurut Elly, posisi beberapa tiang listrik yang berada di tengah jalan cukup mengganggu aktivitas warga, terutama pengguna sepeda motor dan mobil. Kondisi tersebut semakin berisiko pada malam hari karena sejumlah ruas jalan belum dilengkapi penerangan jalan umum (PJU).
“Kami mengusulkan agar tiang-tiang listrik yang posisinya berada di tengah jalan dapat dipindahkan atau ditata kembali. Ini menyangkut keselamatan masyarakat karena setiap hari jalan tersebut digunakan warga, baik sepeda motor maupun mobil,” ujar Elly Rahmah.
Ia mengatakan, persoalan tersebut bukan baru pertama kali disampaikan. Pemerintah Desa Belandean sebelumnya telah mengajukan proposal permohonan peremajaan tiang listrik kepada PLN ULP Marabahan sejak 2022. Namun, hingga kini usulan tersebut belum mendapatkan tindak lanjut dan realisasi.
“Proposal sudah pernah kami ajukan sejak 2022 ke PLN ULP Marabahan. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut maupun realisasinya. Karena itu, pada awal 2026 kami kembali berupaya menyampaikan usulan melalui DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, melalui anggota dewan daerah pemilihan Barito Kuala, H. Achmad Maulana,” jelasnya.
Elly berharap berbagai jalur koordinasi yang telah ditempuh dapat membuka jalan bagi terealisasinya penataan jaringan kelistrikan di wilayah Desa Belandean.
Tak berhenti di sana, Pemerintah Desa Belandean kembali melakukan koordinasi langsung dengan PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin untuk menyampaikan kondisi terkini di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Elly Rahmah diterima oleh Taufik, bagian pemeliharaan PLN UP3 Banjarmasin. Dalam pertemuan itu, pihak desa menyampaikan sejumlah persoalan, termasuk keberadaan tiang listrik di tengah badan jalan dan kondisi beberapa tiang yang telah berusia cukup lama serta mulai mengalami kerusakan.
Elly meminta PLN dapat melakukan survei lapangan secara langsung untuk melihat kondisi tiang listrik sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Kami berharap pihak PLN bisa turun langsung melihat kondisi di lapangan. Ada tiang yang posisinya memang berada di tengah jalan dan ada juga tiang yang sudah lama sehingga kondisinya mulai keropos. Kalau memang sudah tidak layak, kami berharap bisa segera diganti dengan tiang baru yang lebih aman,” terangnya.
Menurut Elly, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan estetika maupun penataan fasilitas umum, tetapi menyangkut aspek keselamatan warga yang setiap hari menggunakan akses jalan tersebut.
Terlebih, minimnya penerangan jalan pada malam hari membuat keberadaan tiang listrik di tengah badan jalan menjadi semakin berisiko bagi pengguna jalan.
“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan baru dilakukan penanganan. Karena itu, kami terus berkoordinasi dan mengusulkan agar persoalan ini dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Elly.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Belandean akan terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN dan pemerintah daerah.
“Harapan kami, usulan ini dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan. Penataan serta peremajaan tiang listrik ini sangat penting demi keamanan, kenyamanan, dan kepentingan masyarakat Desa Belandean,” demikian Elly Rahmah. (slm/ab)

Tinggalkan Balasan