Top 3 Berita Dunia: Protes Anti-Trump, Pencurian Karya Seni, dan Penjara Eks Presiden Prancis

Pada hari kemarin, berbagai peristiwa menarik dari seluruh dunia menjadi topik utama. Dari unjuk rasa besar-besaran di Amerika Serikat hingga pencurian karya seni yang menggegerkan dunia dan kejadian mengejutkan terkait mantan presiden Prancis, berikut adalah tiga berita terpopuler yang layak diketahui.


1. Makna “No Kings” di Balik Gelombang Protes Anti-Trump

Tanggal 18 Oktober 2025 menjadi momen penting dalam sejarah Amerika Serikat. Sekitar tujuh juta orang turun ke jalan untuk memprotes Presiden Donald Trump dengan tajuk “No Kings”, sebuah gerakan yang bertujuan menolak gaya kepemimpinan Trump yang dinilai otoriter.

Laman resmi No Kings menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan pergerakan melawan penguatan kekuasaan otoriter. Dalam protes tersebut, lebih dari tujuh juta orang hadir di 2.700 lokasi di seluruh negara bagian AS. Gerakan ini menekankan bahwa Presiden Trump merasa kekuasaannya bersifat absolut dan menolak kekacauan, korupsi, serta kekejaman.

Kata-kata “No Kings” memiliki makna mendalam. Kata sederhana ini menjadi jargon besar dalam protes anti-Trump. Istilah ini pertama kali muncul pada abad ke-18 saat masyarakat AS tidak puas dengan kehidupan koloni di bawah kekuasaan Raja George III. Menurut penyelenggara protes, nama ini menjadi pondasi untuk membangun bangsa mereka.

“Negara ini bukan milik raja, diktator, atau tiran. Negara ini milik kami, Rakyat (We The People). Rakyat yang peduli, yang hadir, dan yang berjuang demi martabat, kehidupan yang kaya, dan kesempatan yang nyata.”


2. Lima Pencurian Karya Seni Terbesar di Dunia: Lukisan Van Gogh hingga Museum Louvre

Pencurian di Museum Louvre menambah daftar panjang pencurian karya seni yang mengguncang dunia. Perhiasan yang dicuri dari museum yang terletak di Kota Paris, Prancis, ditaksir bernilai lebih dari US$ 100 juta atau setara Rp 1,6 triliun.

Jaksa Penuntut Umum Paris, Laure Beccuau, menyebut bahwa kerugian ekonomi ini tidak seberapa dibandingkan kerugian historis akibat pencurian ini. Kurator Louvre memperkirakan kerugiannya mencapai 88 juta euro atau sekitar US$ 102 juta.

Perampokan terjadi pada siang hari dalam waktu singkat. Delapan perhiasan curian termasuk tiara dan anting-anting dari pasangan Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense, dari awal abad ke-19. Mahkota Permaisuri Eugenie ditemukan di luar museum, yang sepertinya dijatuhkan oleh para pencuri saat melarikan diri.

Kejadian di Louvre mengingatkan kita akan rapuhnya institusi kebudayaan di dunia. Pencurian di Museum Louvre bukanlah yang paling terkenal, tetapi tetap menjadi peringatan bagi dunia tentang pentingnya perlindungan karya seni dan objek bersejarah.


3. Eks Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Gandeng Tangan Istri Saat ke Penjara

Bekas Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dihukum lima tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah bulan lalu dengan tuduhan konspirasi kriminal atas dugaan pembiayaan ilegal kampanye pemilihan presiden tahun 2007.

Nicolas Sarkozy menyatakan dirinya tidak bersalah. Ia berpegangan tangan dengan istrinya sebelum memasuki penjara untuk memulai hukuman lima tahunnya. Pria berusia 70 tahun itu difoto bersama istrinya Carla Bruni-Sarkozy pada Selasa pagi, 21 Oktober 2025, sebelum berangkat ke penjara La Sante di Paris. Ia diantar pula oleh putra dan putri Sarkozy, Jean, Pierre, Louis, dan Giulia, serta cucu-cucunya.

Dia dinyatakan bersalah bulan lalu atas tuduhan konspirasi kriminal atas dugaan pembiayaan ilegal kampanye pemilihan presiden tahun 2007 dengan dana dari Libya. Ratusan pendukung meneriakkan “Nicolas, Nicolas” dan menyanyikan lagu kebangsaan Prancis saat ia meninggalkan rumahnya pagi ini dan melangkah ke mobil yang akan membawanya ke penjara.

Ini merupakan puncak kejatuhan mengejutkan dari Sarkozy yang memimpin Prancis antara 2007 hingga 2012. Saat ia bersiap memulai masa hukumannya di penjara, ia mengunggah pesan di media sosial yang mengulangi klaimnya bahwa ia tidak bersalah. Ia mengatakan merasakan duka cita yang mendalam bagi Prancis.