MARABAHAN – Satu unit rumah milik Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) di Jalan Aes Nasution, Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan, Kalimantan Selatan, terbakar pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 18.50 WITA.
Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang sementara ditaksir mencapai Rp300 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali diketahui muncul dari gudang yang berada di bagian belakang rumah. Saat kejadian, bangunan tersebut dalam kondisi kosong.
Api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.
Peristiwa itu diketahui setelah seorang saksi berinisial A.W. pulang dari pasar untuk membeli rokok. Setibanya di rumah, ia mendapat informasi dari istrinya mengenai kobaran api yang terlihat dari rumah milik Pemkab Batola yang berada di sebelah tempat tinggal mereka.
A.W. kemudian memeriksa lokasi dan mendapati api berasal dari gudang di bagian belakang bangunan.
Melihat api semakin membesar, saksi segera memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Warga bersama petugas pemadam kebakaran kemudian mendatangi lokasi dan melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api merambat lebih luas.
Bangunan yang terbakar diketahui berukuran sekitar 20 x 30 meter. Rumah tersebut memiliki konstruksi tongkat kayu ulin, dengan lantai dan dinding berbahan papan serta atap seng.
Personel Polsek Marabahan juga telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal.
Petugas melakukan pendataan, meminta keterangan dari sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, serta memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, titik api diduga berasal dari area gudang di bagian belakang rumah. Namun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Adapun bangunan yang terbakar merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Kerugian materiil sementara ditaksir mencapai Rp300 juta.
Polres Barito Kuala mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang menggunakan material kayu karena api dapat dengan cepat merambat. (ali/ab)

Tinggalkan Balasan