TAMIANG LAYANG – Dalam rangka mendukung Program Swasembada Pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, panen serentak jagung kuartal IV tahun 2025 dilaksanakan di Desa Balawa, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.

Panen serentak tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso, Pejabat Utama (PJU) Polres Barito Timur, Kapolsek Dusun Timur, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Paju Epat, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barito Timur, Ketua dan anggota kelompok tani, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Balawa, Kepala Dusun, Ketua RT 02, serta pemilik lahan.

Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso menjelaskan bahwa panen jagung ini merupakan hasil dari penanaman yang dimulai pada 9 September 2025. Lahan yang dipanen seluas 1 hektare milik Eben Haisar Tefbana yang berlokasi di RT 02 Desa Balawa.

“Meskipun lahan ini tidak memiliki sistem irigasi dan hanya mengandalkan curah hujan, hasil panen yang diperoleh cukup memuaskan,” ujar AKBP Eddy Santoso.

Dari hasil panen tersebut, diperkirakan produksi jagung mencapai sekitar 4,72 ton, dengan hasil ubinan rata-rata 2,9 kilogram per rumpun. Hasil ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun selama masa tanam dihadapkan pada sejumlah kendala seperti serangan hama dan kondisi kekeringan.

Teknik budidaya yang diterapkan adalah sistem monokultur dengan pola tanam jajar legowo, yang terbukti efektif meskipun menghadapi musim kemarau panjang serta gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT).

AKBP Eddy Santoso menambahkan, dukungan dari berbagai pihak turut berkontribusi terhadap keberhasilan panen ini. Polres Barito Timur memberikan bantuan benih jagung sebanyak 3 kilogram, sementara Dinas Pertanian menyalurkan bantuan pupuk NPK sebanyak 12 kilogram.

“Hal ini membuktikan bahwa dengan penerapan teknik yang tepat serta dukungan yang baik, produktivitas pertanian tetap dapat ditingkatkan meskipun menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.

Panen serentak ini tidak hanya menjadi kegiatan pertanian semata, tetapi juga merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi antara aparat keamanan, instansi terkait, kelompok tani, dan masyarakat setempat menjadi kunci dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Barito Timur.

“Secara keseluruhan, meskipun hasil ubinan sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu, kami tetap optimis bahwa produktivitas jagung di wilayah ini akan terus meningkat. Program ini sangat penting untuk keberlanjutan pertanian,” kata Kapolres.

Ia berharap, hasil panen ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para petani, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam meningkatkan produksi pangan lokal serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Semoga kegiatan ini membawa kesejahteraan bagi petani dan masyarakat, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutup AKBP Eddy Santoso. (wan/ab)