MARABAHAN – Ratusan warga memadati kawasan bawah Jembatan Barito, Kecamatan Alalak, Kamis (19/2/2026) sore. Mereka berburu takjil dan aneka hidangan berbuka puasa pada pembukaan Pasar Wadai bertajuk Kuliner Ramadan Baiman 1447 Hijriah.
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala tersebut resmi dibuka dengan pemotongan pita oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Barito Kuala, Wahyu Adibawono. Pembukaan ini menandai dimulainya aktivitas ekonomi kreatif Ramadan di salah satu destinasi wisata favorit masyarakat setempat.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala, Sirpan, menjelaskan pasar kuliner Ramadan digelar mulai 19 Februari hingga 15 Maret 2026. Kegiatan berlangsung setiap hari pukul 16.00–19.00 Wita.
“Ada 30 pelaku usaha ekonomi kreatif sektor kuliner dari umum dan 43 pelaku dari desa atau BUMDes terdekat. Mereka menyajikan berbagai menu berbuka, mulai dari takjil, kue tradisional dan modern, minuman segar, lauk pauk, hingga sayur siap saji,” ujar Sirpan saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, pasar wadai ini bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga ruang rekreasi masyarakat untuk mengisi waktu menunggu berbuka (ngabuburit) sambil menikmati suasana sore di kawasan bawah jembatan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat selama bulan suci Ramadan.
“Tujuannya memberi wadah bagi pelaku usaha kuliner, menjadi wahana rekreasi masyarakat, serta menyemarakkan Ramadan dengan kegiatan positif, produktif, dan bernilai ekonomi,” tambahnya.
Sirpan menegaskan, pelaksanaan pasar kuliner ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya sektor kuliner, sekaligus menghidupkan destinasi wisata lokal.
Sementara itu, Wahyu Adibawono berharap pasar kuliner Ramadan dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk terbaik dengan tetap menjaga kualitas dan kebersihan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan pasar kuliner Ramadan. Semoga kegiatan ini memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Berdasarkan data per 16 Februari 2026, puluhan desa dari delapan kecamatan turut berpartisipasi, yakni Alalak, Anjir Muara, Mekarsari, Tabunganen, Wanaraya, Rantau Badauh, Mandastana, dan Marabahan. Keikutsertaan desa-desa tersebut memperkaya ragam menu yang ditawarkan, mulai dari wadai khas Banjar hingga sajian kekinian.
Kepala Desa Belandean, Elly Rahmah, yang hadir pada pembukaan kegiatan, menyambut baik partisipasi desanya dalam pasar kuliner tersebut.
“Alhamdulillah, tahun ini BUMDes Berkah Membangun Belandean bisa ikut serta berpartisipasi berjualan kuliner untuk menu buka puasa. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa berkah bagi masyarakat,” Demikian Elly Rahmah. (lim/ab)

Tinggalkan Balasan