BANJARMASIN – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala, melaksanakan Pelatihan Penurunan Pencegahan Stunting dalam Pengaplikasian Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi Ketua TP PKK, Kader Pemberdayaan Manusia (KPM), serta kader Posyandu desa dan kepala Desa se-Kecamatan Alalak tahun 2025.

Kegiatan ini dilatar belakangi masih ditemukannya permasalahan gizi kronis yang menyebabkan stunting pada anak, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK).

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi jangka panjang yang berdampak serius terhadap kesehatan, kecerdasan, hingga produktivitas anak di masa depan.

Selain berdampak pada individu, stunting juga berpengaruh terhadap kualitas pembangunan daerah dan nasional. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, stroke, serta memiliki capaian pendidikan dan ekonomi yang lebih rendah di masa depan.

Camat Alalak Muhammad Didik Kaharudin, S.IP., MA menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dibebankan kepada sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan peran aktif masyarakat. Dalam hal ini, Posyandu menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dasar, terutama di wilayah desa.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Ketua TP PKK, KPM, dan kader Posyandu dalam mengelola dan mengoptimalkan peran Posyandu berbasis 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini stunting, edukasi gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pelayanan kesehatan siklus hidup mulai dari bayi, balita, ibu hamil dan menyusui, remaja, hingga lansia.

“Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari Ketua TP PKK desa, KPM, dan kader Posyandu se-Kecamatan Alalak yang mengikuti pelatihan ini. Adapun narasumber berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala beserta tim, serta Kadis PMD Kabupaten Batola Muhammad Mujiburakhman, didukung oleh tim pendamping kecamatan dan desa,” ungkapnya.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 Desember 2025, bertempat di Hotel Nasa, Banjarmasin berjalan lancar dan meriah.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau sewangi Syarifah Saufiah juga menyampaikan turut mendukung penuh dengan adanya kegiatan seperti ini, tentunya ini sangat berdampak nantinya untuk desa-desa agar stunting ini bisa kita atasi, melalui kolaborasi dengan pemerintah Daerah serta provinsi dan juga pemerintah pusat tentu saya berharap stunting ini bisa kita atasi bersama kedepannya.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan Posyandu di Kecamatan Alalak semakin optimal sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, kepercayaan masyarakat terhadap Posyandu meningkat, serta partisipasi warga dalam upaya pencegahan stunting semakin kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (lim/ali/ab)